Terima Kasih

9:01 PM

Terima kasih. Sebuah ungkapan yang hanya terdiri dari dua buah kata. Mengucapkannya pun tidak lah berat. Tapi pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya selalu mengucapkan terima kasih atas kebaikan yang telah ornag berikan kepada saya?" Untuk kebaikan yang kita rasakan besar bagi diri kita, setiap orang dari kita pasti akan menjawab "Iya, selalu." Tetapi bagaimana dengan kebaikan yang ukurannya kecil yang orang lain telah berikan kepada kita? Mungkin kita harus menghitung-hitung kembali berapa banyak ucapan terima kasih telah terlontar dari lidah kita ini.

Pertanyaan berikutnya adalah, "Bagaimana perasaan saya ketika seseorang mengucapkan terima kasih kepada saya atas bantuan yang saya berikan kepadanya?" Tentulah setiap dari kita akan merasa senang, merasa dihargai karena diperlakukan dengan baik. Demikian pulalah apa yang dirasakan orang lain di sekitar kita, mereka akan merasa senang dan dihargai jika diperlakukan dengan baik. Salah satunya adalah dengan mengucapkan terima kasih kepada mereka atas bantuan atau pertolongan mereka sekecil apa pun bentuknya.
Beberapa waktu lalu, saya menyaksikan sebuah acara reality show bertemakan bagaimana mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa dalam perjalanan hidup ini. Di awal tayangan tersebut, ditampilkan profil seorang tukang parkir. Petugas parkir tersebut berniat akan menyerahkan semua uang hasil dari jasa parkirnya kepada pengemudi yang mengucapkan terimas kasih kepadanya setelah dia selesai memarkirkan kendaraan si empunya.

Si tukang parkir pun mulai menjalankan tugasnya, memarkirkan kendaraan sebagaimana yang dia lakukan setiap hari. Waktu pun berlalu. Dari setiap kendaraan baik mobil atupun motor yang diparkirkan, para pemiliknya hanya menyerahkan uang parkir saja kepada si tukang parkir, tanpa mengucapkan terima kasih. Mungkin para pemilik kendaraan tersebut beranggapan bahwa dengan menyerahkan uang parkir saja sudah cukup, toh itu adalah tugas dari si tukang parkir.

Hingga suatu saat, akhirnya ada pula pengendara yang mengucapkan terima kasih kepada si tukang parkir. Sesuai niat yang telah diucapkan, maka si tukang parkir menyerahkan uang penghasilannya kepada si pengendara tersebut. Dengan penuh rasa kebingungan, si pengendara itu pun menerimanya.

Dari sekian banyak kendaraan yang parkir pada hari itu, ternyata hanya dua orang pengendara saja yang mengucapkan terima kasih kepada si tukang parkir.

Mungkin itu adalah sekelumit gambaran dari sikap kita, yang masih merasa berat untuk sekedar mengucapkan terima kasih atas kebaikan sekecil apa pun yang orang lain berikan kepada kita.

Rasanya kita perlu menengok kembali lembaran-lembaran hadits dari suri tauladan kita yang penuh dengan ajaran yang mulia. Salah satunya yang berbunyi :

"Orang-orang yang paling banyak bersyukur kepada Allah ialah orang-orang yang paling banyak bersyukur/berterima kasih pada orang-orang “. (Al-Mu’jam Al Kabir Lit-Tabrani).

Bukankah kita ingin menjadi hamba yang bersyukur?

Membudayakan ucapan terima kasih bisa kita mulai dari lingkungan keluarga. Suami kepada istri, istri kepada suami, orang tua kepada anak, anak kepada orang tua, kakak kepada adik, dan seterusnya. Akan sulit bagi yang belum terbiasa, tapi insya Allah dengan belajar dan membiasakannya akan menjadi mudah.

Untuk mengawal proses pembelajaran, saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membaca tulisan ini.


Yang baru belajar untuk berterima kasih

1 comments

  1. Memang kata "Terima kasih" akan sulit diucapkan kalau kita tidak terbiasa untuk menghargai kebaikan orang lain

    ReplyDelete