Mata dan penglihatan adalah indra penting bagi kehidupan. Lalu bagaimana jika sumber penglihatan itu tidak dimiliki seseorang? Mungkin sebagian besar akan berpikir bahwa kegelapan tak bisa memberikan apa – apa, tapi bagi para nara sumber Kick Andy kali ini sangat berbeda. Mereka mampu mencapai asa dalam gulita!Adalah Mimi Mariani Lusli, perempuan penyandang tuna netra yang selalu bersikap riang dan penuh semangat. Mata Mimi mulai meredup saat ia duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Dalam usia 17 tahun sinar itu benar-benar padam di matanya dan ia mengalami kebutaan total.
Namun toh ini tak menghentikan Mimi untuk meneruskan sekolah dan mencapai cita-citanya, menjadi seorang guru. Ia berhasil menyelesaikan kuliahnya di IKIP tahun 1989.Tak puas hanya lulus sarjana, Mimi juga berhasil meneruskan dan menyelesaikan kuliah di pasca sarjana-nya Universitas Indonesia. Selain itu di tahun 2003, Mimi juga berhasil saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2-nya di University of Leads di Inggris. Tak cukup sampai disitu, perempuan pejuang ini sekarang sedang melanjutkan kuliah kedoktorannya di Faculty of Earth and Life Sciences Universitas of Amsterdam di Belanda. “ Bagi belajar itu mengasyikan,” kata salah satu pendiri yayasan Mitra Netra ini.

