Kebun Raya Bogor - Kota Tua

11:26 AM

Iyey,  akhirnya weekend ini gue sama fifi bisa ketemu dan jalan bareng,  makasih juga nie buat fifi udah mau nyusulin gue kekantor.  Dihari libur imlek ini kayak y gk akan terlupakan dech jalan bareng sama fifi.

Jarum pendek jam sudah tepat di arah angka sepuluh,  dan hujan pun sudah mulai reda,  gue sama fifi berangkat ke stasiun karet,  gue berencana ngajak fifi kebogor,  jalan-jalan ke kebon Raya Bogor,  dan ini pun pertama kali gue naik jasa angkutan commuter line,  sangat berkesan emang,  apalagi di temani sang pujaan hati fifi alias marisya fitriana.

Menurut gue naik kereta ini sangat nyaman walaupun tidak mendapat tempat duduk,  dan waktu tempuhnya pun tidak begitu lama. Fifi tertidur sangat lelap sepertinya,  mungkin dia masih lelah melakukan perjalanan dari Tangerang. Gue hanya berdiri menatap fifi yang sedang tertidur sambil mengatakan aku bersyukur bisa bertemu dengan ciptaanmu ini ya allah,  sayapun berterima Kasih kepadamu telah diperkenalkan dan dipertemukan ya allah,  ya allah izinkan lah aku menjadi pendamping hidupnya ya allah,  doaku padamu jodohkan lah aku menjadi pasangan suami dari fifi.  Inshaa allah aku akan menjaganya dan menuntutnya menurut sunnah rasul.  Amin. (Ini gue berkata kata dalam hati,  gak mungkin gue mengatakanya sambil berteriak,  yang ada nanti dirinya terbangun,  bukan fifinya za yang terbangun,  mungkin penumpang satu gerbong yang sedang tertidur juga).

Tak terasa kereta pun sudah sampai di pengujung stasiun yaitu stasiun Bogor,  sambil gue gandeng tangan fifi keluar dari stasiun itu sangat membuat jantung gue sangat berdebar debar,  fifipun tidak menolak tangannya gue gandeng,  fifipun mengikuti kemana arah gue pergi,  padahal gie sebenernya tidak twu menuju kebon Raya Bogor itu lewat mana dan naik angkot apa.  Tapi gak lama gue mendengar ada supir yang berteriak kebon Raya kebon Raya,  dan dengan pedenya gue naikin tuch angkot,  dan saat menaiki angkot lah gue melepas genggaman dengan fifi.

Tidak terasa diperjalanan sudah sampai,  ternyata jarak dari stasiun menuju kebun Raya itu tidak jauh,  ngaak pake lama gue langsung beli 2 tiket dan masuk ke kebun Raya. Gue nggak kebayan begitu senangnya gue hari ini,  gue berjalan berdua bersama fifi melihat indahnya pemandangan dan orang orang yang berfoto selfie dengan ria.  Gue berjalan sambil ngobrol2 ringan,  ngobrolin tentang kabar lach,  pekerjaan lach dan apa sajalah,  walaupun banyak diemnya, gue memang gak bisa membangun suasana dan membuat topik pertanyaan,  gue ini kaya seorang polisi yang mengintrogasi korban,  tanpa adanya pertanyaan balik.  Tapi tak apalah.

Sepulang dari kebun Raya Bogor,  gue ngajak fifi lanjut lagi ke kota tua,  mumpung hari belum gelap.  Gue pun juga sebenernya belum pernah maen ke kota tua,  gue pun hanya bermodalkan nekad,  sesampainya di stasiun kota gue melihat sekitar untuk mencari rambu arah kota tua,  dan alhamdulillah rambupun ada dan sangat jelas,  sepertinya gue gak akan membuat fifi kesasar. Dan mulai disinilah gue menggandeng kembali tangan fifi,  dan diapun tidak menolak lagi.

Sesampainya dikota tua,  masyaallah ternyata ramai sangat,  mungkin ini karena tanggal merah dan weekend pula.  Gue bersama fifi mengelilingi halaman kota tua ini,  banyak sekali figur2 yang bisa jadi teman foto foto disana dan itu pun sangat unik.  Tapi sayang sekali untuk museum nya tidak bisa dimasuki karena tutup.  Tapi tak apalah. Gue bersama fifi duduk dihalaman museum seperti pengunjung2 lainnya. Sayang sekali gue tidak berfoto ria seperti pengunjung lainnya.

Karena hari sudah mau sore,  gue bersama fifi meninggalkan kota tua, gue anter fifi ke stasiun karena dia pulang nya naik kereta arah ke tangerang, senyum manis terlihat darinya,  masyaallah,  terima Kasih tuhan.  Gue pun pulang ke kantor menggunakan busway.

Coba saja kalo benar memang liburan kemarin gue jalan bersama fifi,  sangat menyenangkan pasti.  Realita nya gue jalan sendiri,  mengitari ramainya pengunjung entah di kebun Raya ataupun kota tua yang sangat ramai pengunjung,  ada yang bersama pacar,  sahabat ataupun keluarga.
Gue pun hanya berjalan sendiri,  terasa sepi pasti.  Memang gue berharap bisa jalan sama fifi,  semoga kita bisa jaan bersama ech fi.  Gue sayang fifi selamanya.

Salam blogger
Adul mabhal

0 comments