Pancasila:Pancasila sebagai Ideologi

11.08

Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Idea berarti ‘gagasan, konsep’, sedangkan logos berarti ‘ilmu’. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”. Menurut Destutt de Tracy definisi ideologi adalah studi terhadap ide – ide/pemikiran tertentu. Dan menurut Decrates idelogi adalah inti dari semua pemikiran manusia. Jika dilihat dari dua definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Ideologi adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, dan metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain serta metode untuk menyebarkannya.


Sedangkan pengertian ideologi secara umum adalahsekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dansistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan.
Ideologi terbagi menjadi dua yaitu, Ideologiterbuka dan Ideologi Tertutup. Ciri-ciri Ideologiterbuka adalah mempunyai nilai-nilai dan cita-cita yang digali darikekayaan adat istiadat, budaya dan religius dari masyarakatnya. Selain ituideologi terbuka pun menerima reformasi dan penguasanya bertanggung jawabkepada masyarakat. Sedangkan ciri-ciri Ideologi tertutup adalahmempunyai nilai-nilai dan cita-cita yang dihasilkan dari pemikiran suatuindividu atau kelompok yang berkuasa dan menjadikan masyarakat harus berkorbandemi ideologi tersebut. Selain itu pula, ideologi tertutup menolak reformasi,bersifat totaliter dan masyarakat harus tunduk kepada ideologi sang penguasa.

Indonesia mempunyai sebuah ideologi bangsa,yaitu ideologi Pancasila. Ideologi Pancasila berdasarkan pada hakikat sifatkodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Oleh karena itu,Ideologi Pancasila mengakui atas kebebasan hak-hak bermasyarakat.

Berdasarkan sifatnya, Ideologi Pancasilabersifat terbuka yang berarti senantiasa mengantisipasi perkembangan aspirasirakyat sebagai pendukung ideologi. Ideolgi Pancasila senantiasa merupakanwahana bagi tercapainya tujuan bangsa.

Pancasilasebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersofatreformatif, dinamis dan terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa Pancasila adalahbersifat aktual, dinamis dan antisipatif dan senantiasa mampu untukmenyesuaikan dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan, teknologi sertadinamika perkembangan aspirasi rakyat.

KeterbukaanIdeologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkrit, sehinggamemiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah masalah aktual yangselalu berkembang.

Terbuktiadanya perbedaan yang nyata antara Ideologi Pancasila dan ideologi lainnya.Contohnya perbedaan pada Ideologi Liberalisme dan Ideologi Komunismedibandingkan dengan Ideologi Pancasila. Dalam aspek agama, ideologi komunismemengharuskan agama harus dijauhkan dari masyarakat. Komunisme juga menganutatheis. Sedangkan dalam ideologi Liberalisme, masyarakatnya dibebaskan dalammemilih agama. Masyarakat dibebaskan untuk mempunyai agama maupun tidak. Keduaideologi itu sangat berbeda dengan Ideologi Pancasila dalam memperlakukanagama, dalam Ideologi Pancasila masyarakat dibebaskan untuk memilih agamamasing masing, namun aspek agama harus menjiwai dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Kemudianperbedaan dalam aspek politik hukum. Ideologi komunisme yang menganut demokrasirakyat mempunyai hukum yang bersifat untuk melanggengkan komunis. Dan dalampolitik, komunisme berkuasa mutlak dalam satu partai politik.

Sedangkandalam ideologi liberalisme, ideologi ini menganut demokrasi liberal danmempunyai hukum yang bersifat melindungi individu. Dan dalam politik,liberalisme mempunyai sifat yang mempentingkan suatu individu.

Lalubagaimana dengan Ideologi Pancasila? Ideologi Pancasila yang menganut demokrasiPancasila mempunya hukum yang bersifat menjunjung tinggi keadilan dankeberadaan individu dan masyarakat. Hukum ini bersifat memperlakukan semuahukumnya tanpa pandang bulu, tanpa memperdulikan tingkat kemasyarakatanseseorang.

Selainaspek aspek yang dijelaskan diatas, adapun aspek aspek yang dapat dibedakanantara Ideologi Pancasila dan ideologi lainnya (seperti ideologi agama,liberalisme, komunisme, sosialisme, fasisme) yaitu aspek ekonomi, pandanganhidup terhadap masyarakat dan ciri khas masing masing ideologi tersebut.

KeterbukaanPancasila dibuktikan dengan keterbukaan dalam menerima budaya asing masuk keIndonesia selama budaya asing itu tidak melanggar nilai-nilai yang terkandungdalam lima sila Pancasila. Misalnya masuknya budaya India, Islam, barat dansebagainya.

0 komentar